Madrasah Ibtidaiyah Desa Padang Bindu kini Hidup Kembali

oleh -318 views

BATURAJA CJ .COM – Yayasan Jam’iyatul Qurro KH Burlian di Desa Padang Bindu Kecamatan Semidang Aji Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Yayasan yang mengelola lembaga pendidikan tingkat Raudhatul Athfal (RA) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI), itu ‘hidup kembali’ setelah keluarga besar alm KH Burlian yang dimotori Muhammad Zahri SKM M.kes, turun tangan mengurusnya.

Muhammad Zahri ‘menghidupkan kembali’ sekolah yang sempat ‘berjaya’ di masanya itu, pada momen peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di halaman sekolah tersebut, Sabtu (15/10/22) pagi.

BACA JUGA ;   Bupati OKU Hadiri Rapat Umum Pemegang Saham Bank Sum Sel Babel

Istimewanya, acara tersebut dihadiri oleh Penjabat (Pj) Bupati OKU H. Teddy Meiwansyah. Ketua DPRD OKU, Ir H Marjito Bachri.

Tampak pula beberapa Kepala OPD. Diantaranya, Plt Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik OKU) Alfarizi. Kepala Dinas PU PR Candra Dewana. Plt Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Rozali. Kabag Kesra sekaligus Plt staf ahli bidang pemerintahan,

kadarisman.dan hadir pula Kapolsek, Danramil dan Kepala kantor Urusan Agama (KUA) Semidang Aji. Tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga Padang Bindu dan para siswa Jamm’iyatul Qurro.

BACA JUGA ;   Dalam Rangka Mendukung Program Adipura Desa Lubuk Leban Membagikan Kotak Sampah Di Setiap Rumah Warga

Muhammad Zahri selaku Ketua Pembina Yayasan Jam’iyatul Qurri menuturkan, bahwa sekolah ini berdiri tahun 1995 silam, di zaman Bupati Amiruddin Ibrahim.

Namun, sejak Kepala Sekolah (Kepsek) Darius meninggal dunia pada tahun 2015, sejak itu pula sekolah ini berjalan seadanya hingga tahun 2021 kemarin.

“Ya, jalan di tempat. Saya lihat kondisinya memprihatinkan. Hidup segan mati tak mau,” katanya.

Maka, di penghujung 2021, hatinya terketuk untuk kembali menghidupi sekolah peninggalan kakeknya itu.

Ia pun menyampaikan kondisi sekolah yang apa adanya kepada anak-anak para pendiri.

BACA JUGA ;   Guna Menghidari Covid 19 Bupati OKU Mencanangkan Gerakan Sejuta Masker

Dan menurutnya, harus ada perubahan struktur kepengurusan Yayasan untuk menyelamatkannya.

“Saya diskusikan dengan anak-anak para pendiri, untuk bagaimana kita menyelamatkan sekolah ini. Dan mereka setuju,” terangnya.

Setelah semua perubahan administrasi selesai, kemudian dilanjutkan dengan rapat dewan guru dan mengkroscek semuanya baik bangunan dan SDM, akhirnya secara perlahan Yayasan Jam’iyatul Qurro ini dapat bangkit lagi.

“Seiring waktu, sedikit demi sedikit kita bangun lokal, ruang guru, kepala sekolah, termasuk musholla,” imbuh dia. (RD)**

No More Posts Available.

No more pages to load.